LOGO narmada
Beranda > Berita > Baznas Salurkan Bantuan Di Narmada
Berita Utama

Baznas salurkan bantuan di Narmada

Posting oleh narmadalobar - 25 Maret 2022 - Dilihat 871 kali

Narmada (24/02/2022). Bertempat di Gedung Budaya Kecamatan Narmada Lombok Barat Baznas Salurkan Zakat, Infaq dan shadaqah untuk Fuqara, Masakin, Muallaf dan LKSA se Lombok Barat. Dipilihnya Kecamatan Narmada sebagai pusat penyaluran Baznas karena memiliki desa paling banyak di Kabupaten Lombok Barat. Hal itu dikatakan Ketua Baznas Lombok Barat TGH. Muhammad Taesir Al Azhar saat menyalurkan bantuan sembako dan uang untuk Fuqara, Masakin, Muallaf dan LKSA se-Lombok Barat bersama Bupati Lombok Barat, , Kamis (24/3) kemarin.

"Jumlah desa di Narmada ada 21 terbanyak di Kabupaten Lombok Barat. Makanya kita pusatkan di Narmada," terangnya.

Lebih lanjut Taisir menyampaikan bahwa Semenjak Pengurus BAZNAS dilantik periode 2021-2025 Desember 2021 lalu, sudah lebih dari Rp 2 milliar dana Baznas sudah di distribusikan.

Adapun jumlah paket yang disalurkan Baznas sebanyak 210 paket, satu paket nilainya Rp 250 ribu. Dan ada juga uang sebesar Rp 100 ribu untuk fuqoro dan masakin,  sementara Muallaf dua orang masing masing desa di berikan Rp 1 juta.

Baznas itu selain menyalurkan bantuan untuk fuqoro, masakin dan muallaf juga memberikan bantuan kepada seluruh LKSA  se-Lombok Barat yang jumlahnya 36 masing-masing diberikan 5 juta. Termasuk bantuan diberikan kepada yayasan, ponpes, masjid dan musholla yang sudah mengajukan ke Baznas Lombok Barat untuk persiapan menyambut Bulan Ramadhan.

Pimpinan Ponpes Assohwah Al-Islamiyah, Dusun Bile Tepung itu juga mengatakan

bantuan yang tersalurkan sampai menjelang datangnya Ramadhan itu lebih dari Rp 900 juta.

Dan pada Bulan Ramadhan akan datang akan bertambah lagi sebutnya, karena ada target Baznas menyasar para marbot, guru ngaji, dan para honor yang ada di Pemkab yang gajinya masih minim di bawah UMR.

Target idealnya bupati yang akan dikelola Baznas sekitar Rp 10 milliar tapi untuk tahun ini sekitar Rp 7 milliar.

Baznas itu mendapatkan hibah dari bupati karena ada hak amil 12,5 persen setiap bulan dari zakat yang dikumpulkan setiap bulannya.

Sementara Baznas itu menerima zakat yang bersumber dari ASN sebesar Rp 550 juta setiap bulannya. Dan ada juga yang bersifat infaq dan sodakoh dari beberapa lembaga seperti PDAM.

Sesuai Perbup, kata Taesir, untuk ASN Golongan I itu zakatnya Rp 50 ribu, golongan II Rp 60 ribu, golongan III  Rp 80 ribu dan golongan IV Rp 120 ribu.

"Sebenarnya itu jalan tengah diambil bupati. 2,5 persen itu belum sesuai zakat. Tapi yang penting dulu ada kesadaran berbagi itu sudah bagus," katanya.

Ajaran mau berzakat meskipun belum 2,5 persennya itu sudah bagus karena prosesnya bertahap secara step bay step, lama-lama kesadaran masyarakat untuk berzakat itu tinggi bukan mustahil bisa untuk 2,5 persen itu, sambutannya.

"Jadi BAZNAS itu seperti Bupati sampaikan tidak hanya sibuk mendistribusikan Zakat namun juga sibuk dalam mengumpulkan zakat," pungkasnya.

Sementara Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyampaikan apresiasinya atas kerja keras Baznas Lombok Barat yang tidak hanya membagikan dan menyalurkan zakat tapi berdiskusi dan mencari sumber-sumber zakat, turun ke lapangan dan mensosialisasikan untuk mengejar target Rp 10 milliar.

Untuk itu ia mengajak masyarakat atas kesadaran yang memiliki kemampuan lebih untuk membantu masyarakat yang kurang mampu melalui Baznas.

Ia pun pada kesempatan itu mendoakan agar semua pengurus Baznas semua sehat sehingga dapat menjalankan program dengan baik. Sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat  Lombok Barat.

"Kemudian bagi yang menerima bantuan bupati pesankan agar apa yang diterima dari Baznas dapat di manfaatkan dengan baik untuk kebutuhan keluarga".


Silahkan beri komentar

Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *